Kamis, 03 Mei 2012

surat lamaran kerja


Jakarta, 17 April 2012
Hal : Lamaran Pekerjaan

Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Astra Honda Motor

Cikarang Barat
Bekasi

Dengan hormat,
Sesuai dengan penawaran lowongan pekerjaan dari PT.Astra Honda Motor, seperti yang termuat di harian Kompas tanggal 15 April 2012. Saya mengajukan diri untuk bergabung ke dalam Tim Marketing di PT.Astra Honda Motor.

Data singkat saya, seperti berikut ini.
Nama
Tempat & tgl lahir
Pendidikan Akhir

Alamat
Telepon, HP, e-mail
: Dwina Surya lestari
:
: Sarjana Ekonomi Universitas Gunadarma
  (Konsentrasi Manajemen Pemasaran)
:
:

Saya memiliki kondisi kesehatan yang sangat baik, berkepribadian menarik dan dapat berbahasa Inggris dengan baik secara lisan maupun tulisan. Latar belakang pendidikan saya sangat memuaskan serta memiliki kemampuan manajemen dan marketing yang baik. Saya telah terbiasa bekerja dengan menggunakan komputer. Terutama mengoperasikan aplikasi paket MS Office, seperti Excel, Word, Acces, PowerPoint, OutLook, juga internet, maupun surat-menyurat dalam Bahasa Inggris.

Saat ini saya bekerja sebagai staff Marketing di PT. Hilmy Finance. Saya senang untuk belajar, dapat bekerja secara mandiri maupun dalam tim dengan baik dan sanggup ditempatkan di wilayah manapun.

Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
  1. Daftar Riwayat Hidup.
  2. Foto copy ijazah S-1 dan transkrip nilai.
  3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
  4. Pas foto terbaru.
Saya berharap Bapak/Ibu bersedia meluangkan waktu untuk memberikan kesempatan wawancara, sehingga saya dapat menjelaskan secara lebih terperinci tentang potensi diri saya.

Demikian surat lamaran ini, dan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu.

Hormat saya,



Dwina Surya Lestari

surat ucapan selamat

PT. Agung Persada
Jakarta 10541
Indonesia


20 April 2012


Kepada
Yth. Muhammad Rifai
Staff  PT Agung Persada
Jl. MH Thamrin No. 23
Jakarta 10541



Perihal: Ucapan Selamat

Dengan hormat,

Saya selaku Manajer PT Agung Persada,  mengucapkan selamat atas  promosi jabatan yang diterima Saudara Muhammad Rifai sebagai Kepala Bagian Administrasi serta keberhasilan Saudara yang telah menjadi Sarjana Ekonomi

Semoga saudara dapat terus bekerjasama dan mengembangkan kinerja saudara di perusahaan kami.

Salam,

  Ir. Dwina Surya Lestari S.E.
SW/mm

Faktor-faktor yang diperhatikan dalam proses komunikasi


1.      Empat tahap proses komunikasi
Menurut cutlip dan center komunkasi yang efektif harus dilaksanakan dengan melalui empat tahap, yaitu :
a.       Pengumpulan fakta
Untuk berbicara rapat umum perusahaan, pimpinan perlu mencari fakta dan data tentang bisnis perusahaan tersebut, tujuan dan sebagainya.
b.      Perencanaan
Berdasarkan data dan fakta itu dibuatkan rencana tentang apa yang akan dikemukakan dan bagaimana mengemukakannya.
c.       Komunikasi
Setelah planning disususn maka tahap selanjutnya communication atau berkomunikasi.
d.      Penilaian dan analisa diperlukan untuk setiap kali melihat bagaimana hasil komunkasi tersebut. Ini kemudian menjadi bahan bagi perencanaan selanjutnya untuk melakukan komunikasi berikutnya.

2.      Prosedur mencapai effect yang dikehendaki
Wilbur schraam mengatakan : untuk mendapatkan effect yang baik dari komunikasi maka prosedur yang ditempuh adalah apa yang disebut sebagai “ A-A Procedure” yaitu proses dari attention (perhatian) ke action (tindakan).
Ø  Attention (perhatian)
Ø  Interest (kepentingan)
Ø  Desire (keinginan)
Ø  Decision (keputusan)
Ø  Action (tindakan)

Dalam praktek, jika kita berbicara di depan umum, pertama harus dibangkitkan dulu perhatian dari masa dengan berbagai cara untuk menarik perhatian. Kemudian timbulkan kepentingan apa yang disampaikan cocok dengan apa yang dibutuhkan oleh umum. Tahap berikutnya kembangkan keinginan-keinginan untuk menerima komuikasi sebab apa yang kita sampaikan menjawab kebutuha masyarakat. Kembangkan terus kemudian timbul keputusan untuk melakukan pesan yang kita inginkan. Proses terakhir diharapkan menimbulkan tindakan.

Sumber : bab4-unsur_unsur_komunikasi.pdf – Adobe Reader

Efek


Efek adalah hasil akhir dari suatu komunikasi, yaitu sikap dan tingkah laku orang, sesuai atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Apabila sikap dan tingkah laku orang lain itu sesuai maka itub berarti komunikasi berhasil, demikian pula sebaliknya. Efek ini sesungguhnya dapat dilihat dari personal opinion, public opinion dan majority opinion.
1.      Personal opinion
Pendapat pribadi, hal ini dapat merupakan akibat atau hasil yang diperoleh dari komunikasi. Personal opinion adalah sikap dan pendapat sesorang terhadap sesuatu masalah tersebut.
2.      Public opinion
Sering kita artikan sebagai pendapat umum. Pengertiannya adalah penilaian sosial  mengenai sesauatu hal yang penting dan berarti atas dasar pertukaran pikiran yang dilakukan individu secara sadar dan rasional.
3.      Majority opinion
Pendapat sebagian terbesar dari public atau masyarakat. Jika kita berbicara tentang opini atau pendapat maka kita sering mendengar opinion leader, yaitu orang yang secara informal membimbing dan mengarahkan suatu opini tertentu kepada masyarakat.

Sumber : bab4-unsur_unsur_komunikasi.pdf – Adobe Reader

Komunikasi


Komunikasi dapat kita golongkan menjadi tiga jenis, yaitu personal, kelompok dan massa. Dari segi sasarannya maka komunikasi ditujukan atau diarahkan kedalam komunikasi personal, komunikasi kelompok dan komunikasi massa.

1.      Komunikasi personal
Komunkasi yang ditujukan kepada sasaran yang tunggal. Bentuknya bisa tukar pikran dan sebagainya. Komunikasi personal efektifitasnya paling tinggi karena komunikasinya timbal balik dan terkonsentrasi.
2.      Komunikasi kelompok
Komunkasi yang ditujukan kepada kelompok tertentu. Kelompok tertentu satu adalah suatu kumpulan manusia yang mempunyai hubungan sosial yang nyata dan memperlihatkan struktur yang nyata pula.
3.      Komunikasi massa
Komunikasi yang ditujukan kepada massa atau komunikasi yang menggunakan media massa. Massa adalah kumpulan orang-orang yang hubungan atar sosialnya tidak jelas dan tidak mempunyai struktur tertentu.

Pada dasarnya komunikasi dicirikan oleh sejumlah atribut teretentu. atribut-atribut dan efektivitas komunikasi itu antara lain :
1.      Terjadinya komunikasi tidak dapat dihindari
Hampir tidak ada atau hanya sedikit saja orang yang menghindarkan diri dari aktivitas bermasyarakat. Orang selalu berusaha mencari interaksi sosial. Apabila saat interaksi terjadi, komunikasi tidak dapat dihindari akan menimbulkan kontak sosial, jika terjadi kontak sosial tidak ada hubungannya dengan perilaku.
2.      Komunikasi merupakan konsep transaksional
Konsep komunikasi sebagai proses merujuk pada interaksi tak terputus dari sejumlah variabel yang tidak terhitung banyaknya dengan perubahan terus-menerus dalam nilai-nilai yang diambil dari variable-variabel itu.
3.      Komunikasi telah terjadi apabila penerimaan pesan atau informasi telah terpengaruh
Komunikasi telah terjadi apakah seseorang bermaksud berkomunkiasi atau tidak, jika ini penerima pesan mengaitkan arti perilaku kedalam persepsinya.
4.      Komunikasi tidak dapat berdiri sendiri diluar konteks
Apabila dikaitkan dengan persuasi, kita dapat menyatakan bahwa faktor-faktor konteks dan bukan pesan sering kali menjadi determinan bagi adanya tanggapan. Persoalan apa yang terjadi jika konteksnya diubah. Konteks memepengaruhi komunikasi.

Sumber : bab4-unsur_unsur_komunikasi.pdf – Adobe Reader

Channel / saluran


Channel adalah saluran penyampaian pesan, biasa juga disebut dengan media. Media komunikasi dapat dikategorikan menjadi dua bagian, yaitu media umum dan media massa. Media umum adalah media yang dapat digunakan oleh segala bentuk komunikasi, contohnya radio dan sebagainya. Media massa adalah media yang digunakan untuk komunikasi massa. Disebut demikian karena sfatnya massal, misalnya televisi dan sebagainya.

Sumber : bab4-unsur_unsur_komunikasi.pdf – Adobe Reader

Pesan


Pesan adalah keseluruhan dari apa yang disampaika oleh komunikator. Pesan ini mempunyai inti pesan yang sebenarnya menjadi pengarah didalam usaha mencoba mengubah sikap dan tingkah laku komunikan. Pesan dapat secara panjang lebar mengupas berbagai segi, namun inti pesan dari komunikan akan selalu mengarah kepada tujuan akhir komunikasi itu.

1.      Penyampaian pesan
Melalui lisan, face to face, langsung menggunakan media, saluran dan sebagainya.
2.      Bentuk pesan : informatif, pesuasif dan koersif
a.       Informatif
Bersifat memberikan keterangan-keterangan / fakta-fakta, kemudian komunikan mengambil keputusan.
b.      Persuasif
Berisikan bujukan, yaitu membangkitkan pengertian dan kesadaran manusia bahwa apa yang kita sampaikan akan memberikan perubhan sikap, tetapi berubahnnya adalah atas kehendak sendiri ( bukan dipaksakan )
c.       Koesrif
Penyampaian pesan yang bersifat memaksa dan dengan menggunakan sanksi-sanksi apabila tidak dilaksanakan.

Pesan yang disampaikan harus tepat, pesan yang mengena harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

1.      Umum
Bersifat hal-hal yang umum dipahami oleh audience atau komunikasi, bukan soal-soal yang cuma berarti atau dipahami oleh sesorang atau kelompok tertentu.
2.      Jelas dan gamblang
Pesan haruslah jelas dan gamblang, tidak samar-samar. Jika mengambil perumaan hendaklah perumpamaan yang senyata mungkin.
3.      Bahasa yang jelas
Sejauh mungkin hindarilah menggunakan istilah-istilah yang tidak dipahami oleh audience atau khalayak. Penggunaan bahasa yang jelas yang cocok dengan komunikan situasi daerah dan kondidi dimana berkomunikasi.
4.      Positif
Secara kodrati manusia selalu tidak ingin mendengar dan melihat hal-hal yang tidak menyenangkan dirinya. Oleh karena itu setiap pesan agar diusahakan atau diutarakan dalam bentuk positif.
5.      Seimbang
Pesan yang disampaikan hendaknya tidak ekstrim dan selalu menentang baik dan buruk karena hal ini cenderung ditolak atau tidak diterima oleh oleh komunikan. Sebaiknya pesan ini dirumuskan seimbang, yaitu dengan tidak mengesampingkan kelemahan yang ada, disampaing menojolkan keberhasilan yang telah dicapai.
6.      Penyesuaian dengan keinginan komunikasi
Orang-orang yang menjadi sasaran atau komunikan dari komunikasi yang kita lancarkan selaul memepunyai keinginan atau kepentingan tertentu. Dalam hal ini komunikator dapat menyesuaikan dengan keadaan waktu dan tempat.

Hambatan-hambatan terhadap pesan acap kali kita alami dalam komunikasi, yang lain dituju tapi lain yang diperoleh. Hal ini disebabkan adanya hamabatan-hambatan terutama adalah :
a.       Hambatan bahasa (language factor)
Pesan akan disalahartikan sehingga tidak mencapai apa yang diinginkan, apabila bahasa yang digunakan tidak dipahami oleh komunikan. Termasuk dalam pengertian ini penggunaan istilah-istilah yang mungkin dapat diartikan berbeda atau tidak mengerti sama sekali.
b.      Hambatan teknis ( noise factor )
Pesan dapat tidak utuh diterima komunikan karena gangguan teknis. Misalnya suara tidak sampai karena pengeras suara rusak, bunyi-bunyian, halilintar, lingkungan yang gaduh dan lain-lain.

Sumber : bab4-unsur_unsur_komunikasi.pdf – Adobe Reader